Minggu, 07 Juni 2015

SEJARAH KEDUNG REZEKI(?)

Antara bulan April sampai Juni 2 tahun yang lalu, saat admin sedang memasuki tahap kelas VIII SMP. Saat itu sedang labil-labilnya (baca:alay). Apalagi ditambah ketemu orang yang sama-sama masih labil, 3 anak itu, I, R, dan D. Awalnya, R diam-diam membuat projek film dokumentasi kelas bersama D secara rahasia. Namun, saat itu admin yang sensitif berhasil mencium keabsurdan itu, maka admin gabung berhubung kamera digital admin masih waras. Entah karena ngomongnya terlalu keras, I yang duduk tidak jauh (kursi sebelah) dengar dan akhirnya ikut bergabung. Semenjak itu, untaian silaturahmi ini semakin erat.

Bulan-bulan berlalu, kami mulai menyelesaikan projek dokumentasi dan menuju ke jenjang yang lebih tinggi. Di sela-sela waktu itu, kami sering berpetualang, entah blusukan ke mana, entah jalan kaki atau bersepeda, layaknya anak yang bahagia, kami menyusuri beberapa plosok kota tercinta, memandangnya dari berbagai sudut. Bahkan kami sempat membuat semacam grup khusus di sosmed layaknya sebuah perkumpulan, padahal hanya berisi anak-anak cupu lumayan ramah lingkungan yang sama sekali tidak ingin tenar dan terkadang terlalu bahagia. Terkadang kami kumpul-kumpul saling bercerita, berfantasi, dan mengarang cerita yang aneh-aneh.

Suatu saat, D memposting salah satu cerita blusukan kami di grup dan mengubahnya menjadi cerita fantasi. Lalu secara bergilir saling melanjutkan cerita itu sampai beberapa hari. Dan mungkin seperti yang Anda kira, absurd. Tidak jauh dari peristiwa itu, admin saat itu sedang mengeksplor gaya gambar admin setelah bertahun-tahun tidak aktif menggambar. Lalu terpikirlah untuk membuat cerita komik. Admin berkonsultasi kepada teman yang lain, mereka mendukung. Lalu cerita mulai dikembangkan. Jujur, saat itu admin belum bisa menggambar orang secara proporsional, dan terakhir menggambar orang kira-kira saat kelas IV atau V sd, itu pun saat lomba menggambar tingkat kabupaten dan kalah. Admin mulai dari nol semua teknik menggambar yang diperlukan. Karena biasanya admin cuma menggambar objek selain manusia.
Akhirnya, admin bisa menggambar sosok manusia secara rada proporsional, kurang lebih menghabiskan waktu setahun. Saat komik mulai dibuat, admin menggambarnya di kertas bekas yang sebagian masih kosong. Bisa dibayangkan? Lalu berkembang menggunakan kertas hvs a4 70 gsm colongan di salah satu ruang kelas IX. Bisa dibayangkan? Betapa kurang modalnya kami? Bersamaan dengan admin belajar menggambar, kami brainstorming bersama mebentuk sebuah cerita yang apik yang ekstrimnya menjadi cerita seri fiksi ilmiah. Kami membuat sudah berchapter-chapter dan menghabiskan beberapa buku tulis untuk cerita dan storyboardnya. Namun, akhirnya beberapa cerita dan storyboard yang agak banyak itu tidak digunakan, karena seiring berkembangnya comic sense admin menurut admin kurang mateng. Alhasil ya seperti ini. Alhamdulillah, meski cerita-cerita itu tidak dipakai, itu masih bisa jadi pertimbangan referensi dan bukti sejarah.

Lalu, di kelas X, admin mulai mempromosikan komik ini sebelum terbit, lalu tiba-tiba ada seseorang yang menawarkan diri sebagai editor atau reviewer, AS. Setelah dipertimbangkan, akhirnya kami menyetujuinya. Dan hasil reviewnya luar biasa, diluar apa yang dibayangkan, sangat teliti dan mantap. Beberapa hal yang admin luput berhasil ia deteksi. Mungkin karena AS merupakan otaku.

Nama Kedung Rezeki sebenarnya terinspirasi dari brand sebuah makanan tradisional berbahan ketela ungu yang pernah kami makan sebagai cemilan saat proses pembuatan film dokumentasi kelas VIII dulu. Btw, cemilan itu sangat enak :). Lalu tidak disangka, prolog komik kami mengudara dengan keadaan seadanya. Admin terharu. Semua ini, semangat berkarya ini, tidak lepas dari dukungan orang-orang terdekat admin, semua anggota Kedung Rezeki, orang asing  baik hati  yang kami temui di perpustakaan, sahabat kami, sahabat karib admin, W, yang telah memotivasi, story editor yang baik hati yang telah bergabung di Kedung Rezeki, AS, dan APH yang telah sudi memberi masukan tentang ilustrasi, dan semuanya.

Jadi, sekarang Kedung Rezeki memiliki keanggotaan sebagai berikut:
- admin: illustrator, script & story writer
- AS : story editor, reviewer
- D : story, tukang nyeken n upload
- I : story, digital editor
- R: digital editor, story
Keanggotaan ini berbasis silaturahmi dan sifatnya dinamis, mungkin kecuali admin.

Hingga saat ini, admin sudah mulai mengenal lika-liku perkomikan, admin masih layaknya benih yang berkecambah, masih banyak rintangan lain yang menghadang. Sampai sekarang, admin masih harus belajar ngomik dari berbagai sumber.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar