Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Mei 2016

Kemah Bhakti : Ada Apa dengan Sambon


Jika Anda mendengar pekikan "pilothok" (Pillowtalk, Zayn Malik) diikuti dengan aransemen acapella aneh dan tidak jelas dari salah satu lagu Coldplay di siang hari sekitar kebun dan persawahan Sumberdalem, Kretek, Wonosobo, 30 April 2016 lalu, maka Anda jelas telah mendengar yel-yel sangga kami, Sangga Sam Ratulangi dalam acara Kemah Bhakti Satria Smansa. Keanehan dan kekurangjelasan yang kami bawa telah menghantarkan predikat Sangga Putra Tergiat. Dalam hal ini, kredibilitas dewan ambalan dan panitia nampaknya patut untuk dipertanyakan.  :-)

***

Truk berbak logam yang jelas sudah berpengalaman mengangkut berbagai jenis barang dan makhluk itu mengantarkan kami ke bumi perkemahan (lapangan) di Sambon, Sumberdalem, Kretek. Upacara pembukaan menandakan acara kemah dua hari semalam ini dimulai. Masa depan tampak abstrak saat itu. Aku antusias.

Sebenarnya aku bukanlah aktivis ataupun 'anak pramuka', aku belum (atau tidak) hafal Dasadharma, pramuka masih berupa cahaya redup di pikiran. Perkemahan pramuka bukanlah hal baru untukku. Yang terpenting dari kegiatan semacam ini adalah pengalaman dan makna yang dapat diambil. Maka dari itu, pramuka mendapatkan ruang tersendiri dalam diriku.

Acara setelah upacara adalah bakti sosial. Kami diwajibkan mengantarkan paket bahan makanan untuk disumbangkan kepada seseorang yang namanya telah tercantum pada paket di sekitar lokasi kemah. Berikutnya istirahat dan dilanjutkan pentas seni antar kelas pada sore harinya.

Anggota tidak tahu, dewan tidak tahu, pembina tidak tahu, bahwa angin sepoi yang membelai waktu kami pentas sore itu membawa dinding-dinding awan jenuh yang menguji kesiapan kami. Air, keluhan, hingga sumpah serapah membanjiri lapangan. Cuaca seakan bersengkongkol, terik matahari membakar dalam scout touring keesokan harinya menemani kami melaksanakan tugas dan meneriakkan yel-yel macam mantra aneh.

***

Setelah pentas seni, hujan menggiring sore, membolak-balik rencana, mempercepat waktu istirahat kami. Istirahatku malam itu diawali dengan beberapa seruput kopi susu, membayangkan kafein yang tidak mempan dan seperti apa kegiatan scout touring esok hari. Suara gurauan teman-teman yang mewarnai malam seakan aku acuhkan. Aku tidak tahu dan terlelap begitu saja.

Dini hari. Api itu membakar kayu dan ranting, mengalir indah melantunkan cahaya, kehangatan, dan asap putih yang menari lembut itu lalu bersenyawa dengan merdunya paduan suara. Sejenak aku bercumbu dengan mereka. Aku berpikir, tidak akan ada cahaya, kehangatan, dan asap putih yang menari lembut itu tanpa lumatnya kayu dan ranting oleh api. Bulan seakan-akan malu melihat tingkah kami, berkali-kali ia timbul tenggelam di antara awan. Ini sama sekali bukan penderitaan, ini kejadian tidak sesuai dugaan dengan keajaiban kecil, dengan tiga poros asmara yang misterius. Api menghamburkannya.

***

Ah oah oah
Kami Sam Ratulangi
So high, so high
....

Yang aku tahu, kami hanya bersemangat saat yel-yel itu. Mantra-mantra magis itu menyaru dengan dengung serangga yang tidak sabar menyambut pergantian musim , membangkitkan api semangat, tidak tanggung-tanggung sampai kami tidak melakukan merayap di lumpur di pos terakhir karena kami terlalu cepat dan pos belum jadi, kami menyebutnya "jalan suci". Rapalan mantra acapella itu benar-benar ajaib. Ia meluruhkan terik, menyatukan semangat, membuat dahi beberapa dewan mengrenyit. Mungkin ini juga yang membuat kami mendapat piagam bertahtakan bingkai kayu dan kaca yang dipredikatkan setelah upacara penutup itu, entahlah.

***

Kegiatan Kemah Bhakti berakhir, ditutup bacaan hamdalah. Aku pulang dengan truk yang sama seperti saat berangkat. Gerimis sempat membasahi bagian atas tubuh ini, segar. Kegiatan ini menjadi pengingat. Seringkali aku tenggelam dalam kecongkaan, penyesalan, dan kekaguman sekaligus. Terseret dalam arus tak tentu di bumi perkemahan ini. Emosiku tidak berdaya, egoku menciut. Lalu Tuhan membuka hijab hikmahnya. Menarik kembali semangatku dari dalam arus itu.

Aku menikmati indahnya berbagi, bersyukur, menyadari bahwa aku masih beruntung dan ada orang yang berjuang dan menggantungkan hidup pada teknologi tradisional tanpa kenal lelah, aku terharu melihat Pak Patenan berterimakasih dan sedikit mengadukan nasibnya saat kami temui di bakti sosial. Aku bersemangat dan rela menggali parit dengan sendok. Berjalan di antara pematang dan terik bukanlah halangan. Aku membiarkan tawaku lepas, berjingkrak, dan menari bersama teman-teman. Aku membiarkan jiwa ini hanyut larut.

Aku menyesal belum dapat memberi lebih untuk teman-temanku, kontribusi untuk gudep SMA ku, dan bakti nyata untuk negeri ini. Nyatanya, kami begitu kecil, sombong, dan biang keladi keluhan-keluhan tidak penting yang terdengar di antara bidang berumput itu sejak pagi kami di sana.

Aku yakin Allah akan membalas setiap cucuran keringat, luka, dan hembusan nafas dari mereka yang peduli dan bekerja keras untuk semua ini.

***

Sandi Ambalan Chandradimuka

Tegak menapak mencakar buana
Berdiri di muka bumi tiada kenal jera
Bagai pilar-pilar baja menyangga angkasa
Gunung menjulang bukan halangan
Jurang menerjang bukan pepalang
Badai topan tak hendak putuskan cita
Walau ombak menerjang pecahkan karang
Maruta menghapus segala yang ada
Asa tak hendak pupus, bagai asap dupa ditelan cakrawala
Hati tetapkan teguh, seteguh cahaya permata

Kehormatan itu suci
Kaya atau melarat adalah keadaan lahir
Janganlah melukai hati sesama
Lebih baik mati dengan hormat, daripada hidup dengan nista
Sabda pandita ratu,
Manusia adalah manusia
Menjunjung tinggi Angsal Kehormatan Chandradimuka:
'Berkarya, berbakti, membina nusa dan bangsa'

*Tribute for Dewan Ambalan Gudep SMA 1 Wonosobo*

Sabtu, 16 April 2016

2 Juni 2015, Terang Bulan Kesunyian Telaga

Aku terbangun akibat keributan kecil di luar tenda, entah mata tidak mau kembali terpejam setelah 2 jam tertidur di tengah kesunyian malam terang bulan. Malam itu begitu syahdu, kata-kata kotor yang beberapa kali terdengar keluar dari mulut kami bagiku tidak mengurangi kesyahduannya. Kabut beberapa kali timbul melingkupi udara dingin di tepi telaga ini. Beruntung aku masih bisa menikmati suasana sepi ini, yang mungkin akan mulai lenyap beberapa bulan atau tahun lagi.

Malam ini aku melupakan sejenak perjuangan kami ke tempat tersembunyi ini. Cahaya bulan menyibak kegelapan, mulai turun ke ufuk barat, memanjangkan bayangan pepohonan di bukit yang membentengi telaga. Paginya, keindahan yang terlihat lebih spektakuler, ajaib! Aku suka kesunyiannya, cahaya lembut itu, pepohonan, refleksi langit dari telaga, awan-awan tipis, dan nyanyian alam. Aku membuka mata, pendengaran, dan pikiran. Mencoba memahami peristiwa ini.

Apa yang kami lakukan di sini, apakah mencerminkan tindakan yang baik atau cuma baik untuk kami? Kami hanya pemeras alam yang tidak tahu diri. Mengagung-agungkan kekuatan penaklukan alam yang tolol dengan alasan mencari kepuasan batin dan "jati diri". Demi itu, demi surga sunyi yang tersembunyi ini, apakah setelah kami mencapainya kami mencampakkan semua ini begitu saja? Bahkan tanpa menengok ke belakang, tanpa memperhatikan ketulusan alam ini, untuk kita dan generasi mendatang.

Seperti biasa, ini yang aku temukan jika mengikuti kegiatan buta semacan ini, karakter setiap orangnnya akan terbuka lebar. Aku membacanya, ya, jelas sekali. Tidak perlulah aku tulis di sini secara mendetail. Apa yang aku duga tidak terbukti begitu saja, berbeda sama sekali. Kali ini aku mulai muak dengan kegiatan seperti ini. Jika dilakukan dengan tidak bijak, masa bodoh. Aku besyukur, kali ini pengorbananku membuahkan hasil yang manis sekaligus getir.

Senin, 21 Maret 2016

Kebahagiaan

Bahagia itu sederhana. Banyak hal yang kalau disadari akan membuat hati dan perasaan lebih baik.

Beri saya LED bulb Rp 4.500,-an.

Minggu, 21 Februari 2016

Teringat akan Kebaikan Kecil

Bismillah.
Pagi ini, admin membaca buku, dan teringat sesuatu. Betapa kebaikan kecil dapat menghadirkan sesuatu yang sangat besar. Jangan pernah meremehkan kebaikan, sekecil apapun.

Admin teringat kepada ibu teman admin. Dahulu ketika lulus SD, beliau menawari ibu admin ( beliau teman ibu admin) bahwa saudaranya menjadi panitia sunatan massal di salahsatu masjid di kota dan berkata kalau masih ada kuota untuk anak ibu admin (yaitu admin). Admin setuju saja ketika ditawari sunat masal gratis itu, banyak teman seperjuangan, dapat Rp 50.000,- dan sarung lagi, hehehe.

Sunat merupakan salah satu rangkaian mozaik hidup yang penting untuk laki-laki. Sunat menandakan reputasi keberanian untuk pandangan anak kecil; menandakan kematangan, selangkah menuju kebalighan; di mana dosa akan ditanggung sendiri (perlu rujukan); dan suatu hijrah menuju kebersihan; 'modal' untuk masa depan. Admin beruntung sekali bisa sunat dengan gratis. Admin ingat, admin juga menjadi motivasi untuk peserta sunat lain, "lihat tuh mas itu (admin) saja berani!" kata seorang bapak kepada anaknya yang menjerit-jerit di tempat operasi. Hehe. Saat itu admin peserta nomor urut 50 dari total 50 peserta. Kata orang, menunggu itu menyiksa, maka admin paham.

Semua hal yang admin alami ini, suatu pengalaman sangat berharga, sekali seumur hidup, akan beda ceritanya jika ibu teman admin tidak menawari admin sunatan massal. Sekarang ibu teman admin itu sudah tiada. Almarhumah meninggal akibat suatu penyakit beberapa bulan lalu. Ketika admin melayat admin sebenarnya lupa jasa beliau, yang admin ingat beliau orang yang baik. Namun mulai saat ini admin akan menempatkan beliau ke jajaran salah satu orang yang paling berpengaruh dalam kehidupan admin. Semoga amal dan kebaikannya membawa almarhumah ke tempat sebaik-baiknya tempat di sisi Allah.
Semoga teman admin selalu mendapat ketabahan dan kekuatan. Aamiin.

Kamis, 21 Januari 2016

Buku: Tuhan yang Kesepian

Tuhan yang Kesepian
Tasirun Sulaiman
204 halaman
2013
Jakarta: Bunyan

"Iman tidak sekali jadi dan titik. Iman membutuhkan penyelamatan setiap saatnya"

19 Januari, hujan berlalu dengan agak berat hati. Menemani admin dalam kebimbangan. Tidak berpikir panjang, akhirnya admin menentukan untuk memiliki sebuah buku, Tuhan yang Kesepian. Ini harta karun.

Cukup dramatis dan mainstream-kah paragraf pembuka di atas? Ada bazaar buku di halaman kantor arsip dan perpustakaan daerah di kota admin, lalu admin menemukan buku yang judulnya menarik ini, dengan harga yang menarik pula tentunya, Rp 10.000,-!. Ternyata admin tidak salah pilih, ini buku yang bagus, harta karun menurut admin.

Buku ini mengritisi umat islam, mempertanyakan iman kita, meminta kita untuk berpikir ulang. Penulis mempertanyakan, mengkritik, dan menyadarkan umat islam tentang menangga ytmasalah yang tengah menderanya. Dari masalah kesan agama Islam di mata "barat" hingga masalah "haji palsu". Masalah yang "terlihat" hingga yang "tidak terlihat".

Buku ini mengajak umat Islam belajar dari pengalaman-pengalaman, meneladani para tokoh, pentingnya agama, dan menggali esensi. Membahas hal-hal menarik mengenai Islam masa kini, budaya, sosial, masyarakat, keadaan hidup beragama, toleransi, politik dan pemerintahan, dan lain-lain. Menjelaskan bagaimana sebaiknya muslim menanggapi keadaan dan masalah yang timbul yang berkaitan dengan Islam. Menyadarkan pentingnya selalu mengingat Tuhan dan keterbukaan.

Membahas peristiwa yang up to date pada masanya namun masih relevan dengan kondisi saat ini. Peristiwa yang diambil seperti kasus korupsi, propaganda atas nama agama, munculnya pemimpin "sederhana", konflik timur tengah, konflik antar "cabang" Islam, dakwah "palsu",  agama dalam politik, dan lain-lain. Selain itu juga peristiwa yang terjadi di masa lampau, dari pencerahan Buddha hingga perang salib. Diharapkan umat muslim dapat mengambil hikmah dari peristiwa-peristiwa ini. Yang unik dari buku ini adalah, kita juga diajak untuk meneladani kisah dalam film hollywood, seperti Bruce the Almighty hingga drama Korea 49 Days.

Beberapa bab yang menarik seperti Rumah Antik, Koper, Kosong, Lazimah, 1.000, Malu,..., waduh, semua babnya dong. Hehe. Baru pertama baca buku seperti ini soalnya. Soal penulis, beliau cukup diandalkan karena menurut bab Tentang Penulis, beliau merupakan lulusan prodi Islamic Philosophy dan pernah banyak menulis buku.

Selain sampul yang cantik, keunggulan yang paling terlihat menurut admin adalah bahasa yang digunakan buku ini cukup ringan dan tidak membosankan, meskipun materinya padat dan cukup berat. Buku ini cocok untuk orang yang ingin belajar soal agama dan pemikir macam admin, untuk admin cara pembahasan buku ini "admin banget", juga bagus untuk referensi. Buku ini membuka paradigma dan memberi inspirasi. Untuk yang tertarik untuk meminjam, boleh pinjam di tempat admin, yang mau beli bisa ke mizan expo di depan kantor arpusda mumpung harganya murah, cuma sampai 31 Januari 2016 lho.

Sumber gambar: google.com

Jumat, 15 Januari 2016

Waktu Luang

Bismillah

Hoi, kawan semua. Update mulai tidak lancar, urusan sekolahlah, komiklah, bleh, bleh, bleh. Nah, kali ini admin mau update soal sebagian kehidupan admin.

Seringkali admin memikirkan, bagaimana waktu luang remaja yang membludak digunakan. Seorang teman admin yang ambisius & peminat OSN, belajar hampir saban ada waktu luang di sela-sela pembelajaran. Hari itu tidak ada jadwal biologi, dia baca "sistem pencernaan", tidak ada kimia, dia baca "asam-basa". Beberapa kali admin menegur dan menyindir (tidak berniat menjatuhkan semangatnya) karena rasa gumun (jw., kagum, heran). Namun setelah dipikir-pikir, kalau tidak untuk belajar, waktu luangnya (jam kosong, istirahat  dll) mau diapakan?  Tidak heran ia meraih peringkat 1 di kelas. Lalu, apa yang akan dilakukannya ketika waktu luang jika tidak belajar? Ia orang yang suka bercanda dan jahil, dia akan menjahili temannya dengan selotip, atau main game, jajan, dan akhirnya bisa saja ia tidak mendapat salah satu kesuksesan dini itu.

Sebagai pembanding, salah satu orang yang admin kenal, ia merupakan tipe remaja 'gaul low budget', yang suka nongkrong bareng teman seperjuangannya, nyanyi-nyanyi lagu bertema galau atau ratapan hidup kekinian, pakai kaus oblong kegedean, topi hip-hop, atau kemeja kotak-kotak, gaya rambut mainstream, kalau membolos sekolah ada saja alasannya. Terkadang berbuat aneh, dari ngrokok sampai nyolong ketela pohon. Hadeh, ini anak kecil, inget kamu itu udah sunat, pernah ngaji juga kan?

Meskipun seperti itu, anak ini merupakan anak yang bisa dibilang agak menurut terhadap orang tua, ahli dalam bidang manjat pohon, mancing, mencangkul, kerja bakti, bercanda garing yang merakyat, nari embleg, dan membeli barang di warung. Anak ini tipe pecicilan yang punya waktu dan energi berlebih, suka bersosialisasi dan mengapresiasi seni pertunjukkan lokal. Andaikan saja waktu untuk nongkrong kurang jelas itu digunakan untuk kegiatan yang positif, maka bisa jadi dia akan menjadi orang populer! Namun keadaan berkata lain, banyak faktor akhirnya andai-andai itu sulit terwujud, masalah klasik, ekonomi dan orang tua.

Sedangkan admin yang bertipe bebas tapi mager (males gerak) namun terkadang hiperaktif, agak antisosial dan semikreatif, dan bersaku tipis , istirahat di sekolah berbekal pensil, kertas, penghapus, bikin komik, nglentruk di meja, kethap-kethip alasannya artblock atau cari ide,  jajan kue molen Rp 500,-an, ngobrol, webtoon-an, baca artikel online, fb-an, atau kegiatan lainnya. Rasanya, admin masih kurang produktif & belum memanfaatkan waktu luang dengan baik.

Admin tidak akan meniru teman admin yang belajar kimia (misalnya) saban matanya masih sanggup melek itu, namun bersyukur masih bisa berbuat hal positif paling tidak untuk admin sendiri. Mungkin admin memilih untuk bikin komik dan berinteraksi dengan teman-teman untuk menjaga silaturahmi. Bukannya admin menjelekan  dan mengharamkan kegiatan yang lain, tapi memanfaatkan waktu luang yang penting produkif dengan cara enjoy masing-masing. Seperti sabda nabi yang diriwayatkan Hakim dan Bahaqy:

Gunakanlah kesempatan yang lima, sebelum datangnya yang lima: kesempatan hidupmu sebelum matimu, kesehatanmu sebelum sakitmu, waktu longgarmu sebelum waktu sempitmu, masa mudamu sebelum masa tuamu, masa kayamu sebelum masa faqirmu.
( Balai Litbang LPTQ Nasional Team Tadarus "AMM" Yogyakarta, Seratus Hadits Tarjamah Lafdziyah: 48)

Sudah kau pergunakan dengan baikkah waktu luangmu?
Sekian, salam karya.

Sabtu, 19 September 2015

Absurditas Sebuah Cerita Pembawa Masa Depan

Berikut ini adalah cerita yang dimaksud di beberapa postingan yang lalu. Cerita yg akhirnya menginspirasi komik TIMELINE kami. Cerita ini dibentuk pada 8-13 Juli 2013, saat kami duduk di kelas VIII. Didasari kisah perjalanan 20an km bersepeda mengitari kota suka-suka.

Maaf bila ada kesamaan waktu, tempat, kejadian, dan nama. Hal itu bukanlah kebetulan, tapi sudah digariskan Allah sebelumnya. Cekidot....

D:
then there were come..

"wah... ini terlalu panjang untuk misi kita" kata aku.
"misi inilah saru-satunya jalan untuk kita mendapatkan rute baru" Hani menyela,"walaupun kita harus berkendara jauh ayo kita menyelesaikan misi ini.." lanjut Refi.
"hmm... ayo bergegas" kata semangat dari Indra.

Perjalanan ini merupakan salah satu misi yang ditugaskan kami oleh TheFlaminggo00. Kami harus meneliti rute baru. Rute ini untuk menyelamatkan warga alay El-Flafuza dan data yang sangat penting milik pemerintahan kita untuk menghindari dari serangan bebek-bebek flat yang hampir meng-copy data-data milik kita‪#‎EnggakBermaksud‬.

TheFlaminggo00 mengharapkan AgenFlaminggo untuk menemukan rute penyelamatan yang baru. Di planet ini kami berempat memulai perjalanan dari negara bagian kauman yang dekat dengan markas rahasia AgenFlaminggo. Kami semua mulai mengendap-ngendap dan berharap agar kendaraan Planet kami tidak menyerempet atau menabrak kami..‪
#‎AYOLANJUTIN‬‪ #‎CERITAANEH

H:
"tidak ada jalan lain, selain melewati medan gravitasi fluktuatif", yaitu daerah dimana gravitasi bertindak aneh. kadang bisa menjadi zero-gravity zone, kadang gravitasi berkali lipat lebih kuat. " ini daerah yang sulit dilewati, tetapi keuntungannya kita tidak terdeteksi radar musuh" tukas agen refi. "kita harus pandai bermanuvfer!" kata indra dengan semangat...‪
#lanjuut‬...

H:
about the fluctuated-gravity zone:
perjalan akan terlihat menyenangkan melewati zona ini, karena pemandangan yang indah dan terisolir. dengan batu dan gunung yang melayang-layang. tetapi sedikit angin saja dapat menggeser posisi gunung itu dengan cepat dan berpotensi menabrak. dan masalah yang lain adalah kekuatan gravitasi dapat menarik turun dan melempar kita secara tiba-tiba, semakin berat massa suatu benda, semakin parah gravitasi melempar dan menariknya.

H:
"okey, di tepi ujung daerah ini ada distrik giyanti, mungkin kita bisa menyebarkan berita tentang penyerangan alien di sana." aku berargumen.

"benar juga, kita juga bisa mengajak negeri itu bekerjasama untuk ikut menyerang alien" tambah dema.

"oke, kita mulai perjalanan ini" ujar refi. "wokeey!" jawab kita serentak.

"bersiaplah kita akan mulai bertabrakan dengan medan gravitasi, mulai hitungan mundur, 5,4,3,2,1." hitung kapten indra. duar! sekejap kapal(ngga tau ding, sebenernya pake alat transport kga sih?..) terkoyak medan gravitasi dan jatuh menuju ke bawah.

"tambah kecepatan!" teriak ku. "awas gunungnya!" teriak dema. brak! hampir saja kapal kita menabrak sebuah gunung. tiba-tiba, zuiing, kapal terangkat terbang dan berputar, dengan sigap refi menstabilkan kecepatan.

"ah! alat navigasi magnetik error!" teriak indra histeris sambil menggedor alat itu. "argghh! nanti kita bereskan!" teriak dema. medan gravitasi semakin menggila. setelah bergelut dengan medan gravitasi, terlihatlah distrik giyanti...

H:
"itu dia distrik giyanti! tapi, apa! itu armada bebek jelek itu!" kata ku. " apa! distrik itu sudah dikuasai alien!" teriak indra. sedangkan refi dan dema sedang sibuk memperbaiki alat navigasi magnetik. "ini celupin sebelah sini.. nah, beres deh" ujar refi santai. blub! blar! peeesss! sayang, alatitu gagal diperbaki oleh refi.

"kita harus segera memperbaiki alat ini, seandainya kita bisa menemukan suku cadangnya di distrik malang itu.." keluh dema.

"kita harus tunggu di sini, besok kita akan menyelundup ke kota." kata indra serius."kita harus ke desa mbrokoh, disana banyak bengkel. letaknya agak dipinggir distrik giyanti, mungkin tidak terlalu ketat dijaga oleh aloen, eh, alien" saran dema.

"okey, kita akan kesana besok" ujarku."okey, hari ini kita istirahat" saran indra...
to be continued..

I:
Setelah beristirahat cukup lama "ayo kita lanjutkan perjalan sambil mencari suku cadang" ujar Refi, 5 menit kemudian kami menemukan suku cadang dan dapat membetulkan alat transport, kami keluar dari desa mbrokoh dan menuju distrik gyanti .

I:
Dengan kecepatan penuh kami menuju distrik gyanti. Perjalanan menuju distrik gyanti harus melati hutan hidup , pohon2 bisa bergerak seperti manusia, pohon tersebut sudah terkena racun dari alien ,"oh no " dema tertangkap .

I:
"Dema" teriak refi, dengan cepat refi mengeluarkan kekuatan dasyatnya dan berhasil menyelamatkan Dema, kami melanjut kan perjalanan kami dengan hati hati, di tengah perjalanan kami menemukan sebuah pohon dengan buah yang aneh.

Apkh yg akn trjdi selanjutnya?

I:
Karena refi dan dema lapar, mereka memakan buah itu, "jangan" kata hani " buah itu adalah buah usil" ujarnya tetapi sudah terlambat dema dan refi sudah terlanjur memakannya, dema dan refi terpengaruh oleh buah itu, mereka menjadi jahil.

I:
Tapi untungnya efek dari buah hanya sebentar, refi dan dema pulih kembali, kami lanjutkan perjalanan kami dengan lebih hati2. . . . .

H:
tiba-tiba, dema mendeteksi serangan misil dari alien. kita ketahuan! lalu dengan kecepatan tinggi kita berusaha mengecoh misil alien. tetapi, misil itu terlalu canggih dan memiliki kecepatan terlalu tinggi sehingga kita harus tiba-tiba mengerem kapal kita agar misil itu tidak mengenai kita. dan taktik itu pun berhasil.

tapi tidak semudah itu, alien mengejar kita. "jumlah mereka terlalu banyak!, sembunyi!" perintah refi. "kita bawa mereka di medan grevitasi!" ideku. akhirnya kita terbang menuju medan gravitasi dan dengan lihai mengelabuhi alien-alien itu dan akhirnya mereka terpental dan tertabrak gunung.

"akhirnya kita selamat, tapi tak mungkin kita mengunjungi distrik giyanti lagi" ujar dema dengan lega dan cemas.

"sepertinya,kerajaan selomerto belum kesemuanya dikuasai alien" kata indra. "iya, sayang, alien menghancurkan saluran komunikasi antar kerajaan" sesal ku.

"kita harus melanjutkan perjalan ke pusat kerajaan selomerto dan distrik kalierang" saran refi."okey, lanjutkan perjalanan! ganbate!"...

H:
kita pun melanjutkan perjalanan dengan sembunyi-sembunyi, dan karena kendaraan kita agak "kuno" dan alien terlau canggih sehingga kendaraan kita sulit dideteksi mereka.

setelah melewati kawasan medan gravitasi, kita sampai di pusat kerajaan selomerto yang terletak di pinggir gurun pasir terluas di planet el-flafuza.

"ternyata mereka sudah tau kehadiran alien" ujar dema. "iya, para warga sudah dievakuasi dan tembok kerajaan sudah dijaga ketat" kata ku.

"kita cari bekal dan perlindungan di wilayah ini" saran indra. keesokan harinya, kita pergi ke distrik kalierang yang kabarnya memiliki data penting dan belum tahu akan penyerangan alien dalam waktu dekat ini.

tetapi, kita harus melewati gurun pasir yang panas dan menyengat.

to be continued...

R:
di tengah gurun yg panas ada sebuah meteor. Hani berkata "Hei awas ada ANGRY BIRDS".

"Dema pindahkan gaya gravitasinya"kataRefi Fauzi, dengan keras Dema Tata berusaha memindahkan titik pusat keluar angkasa, bumipun mengikuti gravitasi. sehingga semua bertubrukan dan terjadilah kiamat.

TAMAT......................................................

NB: cerita berasal dari copas langsung postingan dan komentar dari sebuah grup fesbuk dan diedit seperlunya pada spasi dan paragraf agar memudahkan saat dibaca.

Cerita ini adalah salah satu bukti perjuangan pelajar dan remaja dalam kreatifitas, keanehan yang bekembang menjadi sesuatu yang tidak aneh, dan bukti bahwa setiap orang dari setiap generasi baik yang dulu maupun yang akan datang mengalami masa alay meskipun dalam nama dan bentuk yang berbeda. Anggap saja ini warna yang memperkaya kehidupan remaja.

Sabtu, 18 Juli 2015

Cara Cari Inspirasi

Happy Ied Mubarak! :)
Alhamdulillah.. Bisa berjumpa lagi melalui tulisan alakadar ini dengan para pembaca yang kesasar di blog admin yang sederhana ini. Semoga amalan yang telah kita laksanakan diterima dan mendapat ridha oleh Allah. Aamiin..

Nah, untuk kalian yang biasanya terjebak dalam situasi minim inspirasi, ide, ilham, ide, atau ilham, marilah sejenak membaca susunan baris-baris kalimat tidak efektif ini. Admin tahu bagaimana rasanya ketika ide dan inspirasi semerta-merta lenyap, apa lagi ketika dibutuhkan, biasanya disebabkan oleh mood. Admin ingin mengingatkan bahwa ide dan inspirasi kebanyakan tidak datang dengan sendirinya, tetapi berbanding lurus dengan usaha kita dalam mencarinya. Jika kita merasa sudah berusaha mati-matian mencarinya tapi tetap belum dapat, maka bisa dikatakan usaha kita tidak disertai pikiran dan hati yang jernih, maksudnya kita tidak "menikmati" tapi malah "grusa-grusu" atau melibatkan emosi, angkara, tergesa-gesa, kegundahan, dan/atau ketidak tulusan.

Jika mengadapi hal yang telah disebutkan di atas, admin memiliki cara tersendiri untuk menyikapinya. Berikut cara-caranya:

1. Menarik napas panjang beberapa kali, biasanya cara ini cukup efektif membuka pikiran,

2. Meditasi singkat, cara ini diajarkan oleh kakak-kakak di ekslul theater (bisya, bisya, bisya, bisa!),

3. Ibadah dan berdoa, berhubungan dengan Tuhan menciptakan pikiran positif,

4. Jalan-jalan, enaknya diwaktu pagi atau sore lewat jalan yang memiliki kesan atau kenangan,

5. Baca buku apapun, enakan baca buku bergambar atau di perpustakaan untuk menambah referensi,

6. Lihat artwork milik idola, cara ini cukup ampuh membangkitkan motivasi,

7. Berdiskusi dengan orang lain, cara ini membuka pikiran dan pandangan dari sisi yang berbeda,

8. Membuat coretan-coretan di kertas, jangan ditembok apalagi tempat umum, vandalisme itu namanya..,

9. Berpikir dan/atau bertingkah layaknya anak kecil, biasanya admin melakukannya dengan menonton acara kartun atau main gelembung sabun,

10. Lihat foto-foto dunia hari ini di situs web VOA Indonesia,

11. Baca artikel online di National Geographic,

12. Menyendiri sambil berfikir di kamar,

13. Tidur-tiduran atau tidur sungguhan, biarkan mimpi dan lamunan menguasai pikiran, gyahahaha...,

14. Lakukan hobi yang lain, kalau admin berkebun,

15. Olah raga atau melakukan aktifitas yang membakar kalori setara olah raga, contoh: bersih-bersih kamar,

16. Mandi, main air, minum...,

17. Ingat tujuan awal, cita-cita, dan/atau deadline,

18. Mendengarkan musik kesukaan,

19.....Kalau admin ingat nanti admin tambah, atau mau ditambah sendiri? Silahkan berbagi lewat komentar..

Nah, itu cara-cara yang biasa admin lakukan. Cara-cara di atas tidak diurutkan dari yang paling efektif, sebaliknya, atau yang lain, namun admin tulis bedasarkan mana yang muncul duluan di pikiran. Hehe. Semoga bisa bermanfaat. Salam kreatif ;)