Tampilkan postingan dengan label sie keboen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sie keboen. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Februari 2016

Keboen, Update Februari

Bismillah.

Keboen, Februari.

"Hutan rumah" dalam kontainer yang menempati seluas enam meter persegi dengan kepadatan kurang lebih 20 spesies per meter persegi dan hampir mencapai titik terpadatnya ini mengalami masa tumbuh secara lumayan signifikan. Ditambah dengan menurunnya kemunculan penyakit di penghujan ini.

Meski menurun, penyakit tetap perlu diwaspadai, apalagi sistem semi-organik yang diterapkan tidak membetulkan pemakaian pestisida kimia sintetik di kebun urban ini. Penurunan dosis pengaplikasian sumber nitrogen dan penataan individu yang tepat diharapkan menjadi solusi pencegahan penyakit karena memperlambat pertumbuhan sel tanaman dan memperlancar sirkulasi udara.

Haduh, bahasanya ilmiah banget, ya? Hm, admin sedang mencoba sebuah teknik yang admin kembangkan untuk memperindah Si Keboen, yaitu dengan penambahan tanaman penutup tanah seperti kacang-kacangan di sela-sela pot tanaman utama atau ditanam pada pot yang sama apabila memungkinkan untuk menutupi kesan pot dan polybag. Selain itu tanaman kacang-kacangan kan bersimbiosis dengan bakteri pengikat nitrogen yang berarti tidak akan begitu bersaing nutrisi jika ditanam bersama tanaman lain. Juga penanaman tanaman tahunan yang mudah berbunga dan pengundang para serangga pencari nektar. Hm, mungkin akan admin bahas di postingan lain.

Sekian dulu. Salam lestari.

Si Keboen sebelah utara, bagian tanaman perdu tropis, tanaman rambat, dan epifit. Kembang pacar yang "meliar" dan anggrek tanah putih (spathoglottis sp.), iris, dan pachira yang menyemak. Si Keboen barat, perdu kemuning, ceremai, anggrek arachnis, teratai dalam ember, zamia, dan lainnya.

Senin, 23 Februari 2015

Sie Keboen

Bismillah...
Sie keboen, ini kondisi potret terakhir yang admin ambil bulan lalu (kalau tidak salah). Ya, beginilah keadaannya. Selalu dalam keadaan yang tidak terlalu prima, pasti, namun mereka, tanaman-tanaman kebanggaan admin, mereka yang mau akar-akarnya berdesakan di dalam pot, mereka yang seringkali admin telantarkan jika waktu admin tidak admin gunakan dengan baik. Kebun ini sebagai penanda kebijakan admin dalam menggunakan waktu. Semakin admin ambruladul menggunakan dimensi waktu, semakin buruk keadaan keboen, entah hama tiba-tiba muncul menggrogoti atau pada layu kekurangan air. Hadeh.. Makanya, admin kudu giat.

Keboen ini terjadi saat beberapa tahun yang lalu, saat admin kelas 5 sd. Ajaibnya admin sekarang menanam pohon yang tergolong besar seperti cemara norfolk dan kamboja yang admin tanam di pot. Beneran, pot. Entah apakah kedua tanaman tersebut bisa dibonsai, kalau ada yang menemukan tekniknya bisa meninggalkan komen di bawah atau yang tahu imel admin atau media yang lain bisa lah menghubungi admin. Keadaan mereka masih sehat dan setelah admin amati kedua tanaman itu memiliki akar yang lembut dan tidak terlalu keras dan liar seperti beringin, oh, iya admin juga punya 2 pohon beringin yang admin perjuangkan agar tidak gedhe. Satu admin cabut dari pagar pendopo kabupaten, yg satu admin cabut dari sebuah taman di dekat rumah admin. Tenang, admin bukan mencuri, namun mengambil mereka yg tumbuh liar. Lalu masih banyak cerita unik asal-usul tanaman-tanaman admin.

Admin merawat kebun ini dengan metode semi intensif atau semi organik, admin cuma menggunakan pupuk sintetis dan tidak menggunakan setetespun pestisida pabrikan dan memilih pestisida nabati homemade dengan alasan ramah lingkungan. Admin dapat pencerahan kalau pupuk kimia juga bisa menyebabkan pemanasan global. Jadi rencananya admin pingin pakai pupuk organik cair saja untuk kedepannya setelah pupuk kimianya habis. Jadi sie keboen akan mendapat predikat kebun organik dalam beberapa bulan ke depan.

Kebun seluas 6 meter persegi yang sudah kelebihan beban ini entah bagaimana nasib kedepannya. Entah jika admin memulai langkah admin menjemput asa, tangan siapa yang dapat admin percaya untuk mengurus mereka.
Salam lestari.