Bismillah.
Keboen, Februari.
"Hutan rumah" dalam kontainer yang menempati seluas enam meter persegi dengan kepadatan kurang lebih 20 spesies per meter persegi dan hampir mencapai titik terpadatnya ini mengalami masa tumbuh secara lumayan signifikan. Ditambah dengan menurunnya kemunculan penyakit di penghujan ini.
Meski menurun, penyakit tetap perlu diwaspadai, apalagi sistem semi-organik yang diterapkan tidak membetulkan pemakaian pestisida kimia sintetik di kebun urban ini. Penurunan dosis pengaplikasian sumber nitrogen dan penataan individu yang tepat diharapkan menjadi solusi pencegahan penyakit karena memperlambat pertumbuhan sel tanaman dan memperlancar sirkulasi udara.
Haduh, bahasanya ilmiah banget, ya? Hm, admin sedang mencoba sebuah teknik yang admin kembangkan untuk memperindah Si Keboen, yaitu dengan penambahan tanaman penutup tanah seperti kacang-kacangan di sela-sela pot tanaman utama atau ditanam pada pot yang sama apabila memungkinkan untuk menutupi kesan pot dan polybag. Selain itu tanaman kacang-kacangan kan bersimbiosis dengan bakteri pengikat nitrogen yang berarti tidak akan begitu bersaing nutrisi jika ditanam bersama tanaman lain. Juga penanaman tanaman tahunan yang mudah berbunga dan pengundang para serangga pencari nektar. Hm, mungkin akan admin bahas di postingan lain.
Sekian dulu. Salam lestari.
Si Keboen sebelah utara, bagian tanaman perdu tropis, tanaman rambat, dan epifit. Kembang pacar yang "meliar" dan anggrek tanah putih (spathoglottis sp.), iris, dan pachira yang menyemak. Si Keboen barat, perdu kemuning, ceremai, anggrek arachnis, teratai dalam ember, zamia, dan lainnya.
Si keboen tambah lebat yaa dee... . D tambah lagi tu biar kaya hutan amazon hahahaa
BalasHapusok, doakan lancar segalanya, bang!
BalasHapus