Kamis, 18 April 2013

bermain, dolanan, nglayab #2

permainan selanjutnya adalah
4. baya-bayanan (a dibaca o sperti membaca terong)
 permainan ini adalah sejenis kejar-kejaran, sedangkan baya sendiri berarti buaya, sehingga ini adalah mencerminkan sifat buaya. permainan ini membentuk "daratan" (lemah, jw) dan "air" (banyu), yang mana daratan itu berarti pos yang dapat disinggahi. sedangkan air adalah tempat "buaya" menerkam orang. pesrta yang tidak masang harus berpindah daratan kalau tidak maka akan dihitung oleh buaya dan oang itu akan jadi buaya. buaya bisa menerkam orang jika orang itu melewati air. dan orang yang diterkam akan menjadi buaya dan menggantikan buaya sebelumnya.
5. pasar-pasaran dan anak-anakan atau omah-omahan/
biasanya permainan ini digabung, pasar-pasaran adalah permainan membuat makanan dari bahan seperti daun tanah atau pasir dan "dijual". sedangkan anak-anakan adalah permainan yang meniru kegiatan rumah tangga, ada yang menjadi bapak, ibu, kakak, anak, dsb. sekenario dari permainan ini menurut imajinasi anak-anak yang bermain, bisa horor, drama, dan lain-lain.
6. cari jejak
cara bermainnya adalah seluruh pemain dibagi menjadi 2, pembuat dan pencari jejak. pembuat jejak harus membuat jejak yg berbentuk anak panah dengan cara menggoreskan kapur tulis pada tembok atau jalan setapak. dan pencari jejak harus menunggu dan akhirnya mengikuti jejak yang dibuat untuk mencari suatu tempat atau kelompok pembuat jejak..
sekian postingan kali ini, karena masih banyak sekali permainan daerah di wonosobo,...dan masih bisa ditemui terutama di daerah pedesaan. mari lestarikan permainan tradisional indonesia.. salam

Sabtu, 02 Maret 2013

bermain, dolanan, nglayab...

kali ini aku akan bahas permainan (game) tradisional yang sering dimainin oleh anak-anak di kampungku hingga saat ini,..
1. jelumpet
adalah sejenis petak umpet yang peratuannya siapa yang jaga atau masang menutup mata dan menghadap tembok atau tempat sekongan yang lain dan akan menebak jari salah satu peserta, jari mana yang menyentuh punggung pe-masang. dan bila tebakannya benar hitungannya akan cepat, jika salah maka sebaliknya. jika sudah ditentukan maka hitungan pun dimulai dan peserta yang lain mencari tempat bersembunyi. apabila sing masang menemukan peserta ( keder, e dibaca seperti membaca kata cafe) maka dia harus berlari menuju tempat sekongan dan jika yang menyentuh dengan berteriak "sekong" sing masang duluan maka yang dikederi kalah dan menunggu yang terkederi lainnya agar bisa suit dan menentukan siapa yang akan masang. jika hanya satu orang yang keder, maka orang itu harus masang. dan begitulah seterusnya.
2. etong etong
permainannya seperti petak umpet, tapi tempat sekongan menggunakan sandal yang disusun. cara nyekongi dengan cara melompati sekongan. langkah-langkahnya: 1. untuk menentukan siapa yang masang maka semua peserta harus melempar sandalnya bergiliran untuk menghancurkan susunan sandal, jika peserta pertama tidak mengenai sekongan dan peserta giliran selanjutnya mengenai sekongan maka peserta pertamalah yang masang, beraku juga untuk peserta giliran yang lain jika peserta di depannya tidak mengenai sekongan. 2.  pemasang harus menjaga susunan sandal sementara yang lain bersembunyi, karena peserta yang bersembunyi berhak merobohkan sekongan agar pemasang bisa masang lagi jika tidak ketahuan pemasang. 3. jika peserta ada yang keder dan dikederi maka dia akan stay di dekat sekongan tapi jika dia merobohkan sekongan maka dia akan masang., dia bisa bebas jika semua peserta sudah dikederi dan menentukan pemasang lagi lagi, dan akan masang jika dia sendiri yang dikederi.
permainan ini biasanya membutuhkan waktu yang lama agar selesai.
3. jolip
jolip adalah sejenis permainan kejar-kejaran, pemasang dipilih melalui hompimpah. ketika sudah dipilih., pemasang harus mengejar peserta lain. sementara peserta lain boleh mengatakan "jolip" dan menarus jempolnya di bibir serta harus mematung agar jika dikenai oleh pemasang maka tidak masang, tapi jika ketika jolip bergerak, tertawa, atau berbicara maka pejolip harus masang. pejolib akan terbebas dari jolipnya jika pejolib di sentuh oleh peserta lain (dan dengan mennyebut kata "ce") dan boleh berlari lagi. jika peserta jolip semua maka akan menentukan pemasang lagi, tpi pemasang sebelumnya tidak ikut hompimpah lagi.

segini dulu post kali ini, insya allah akan disambung lagi karena masih banyak permainan lainnya..

Selasa, 12 Februari 2013

Menyemai biji dianthus sinensis



 
Kemarin nih, beli biji dianthus atau anyelir n biji tanaman lain online. Alhamdulillah, paketnya sampai dengan mulus.. hehehe
Ini cara ku dalam menyemai biji dianthus sinensis, simak baik-baik…
1. . Sediakan pot atau tray, dan media semai berupa sekam bakar dan pupuk organik(kompos atau pupuk kandang)
2.       Campur kompos dan sekam bakar yang sudah disterilkan (dikukus, disangrai, disiram air mendidih, atau dengan cara lain, pokoknya biar medianya terbebas dari patogen) ke dalam pot/tray
3.       Sebar biji di atas media dan tutup lagi dengan media hingga biji tertanam ½ cm di bawah permukaan media tanam
4.       Siram dengan air bersih secukupnya hingga lembab
5.       Siram lagi kalau media terlihat kering
6.       Jaga kelembapan media
7.       Tunggu deh sampai tumbuh
8.       Ketika seedling sudah berdaun  4-6 helai, pindah ke pot atau polibag (soliter/disendiri-sendiriin)dengan hati-hati
9.       Rawat sampai bagus dan berbunga…
Cukup mudah kan? Hehe, ini bedasarkan pengalaman lho… silahkan komentarnya…

Selasa, 01 Januari 2013

taun baru...

entah kenapa, makna taun baru ini terasa seperti hari-hari biasa. krena menurutku ini memang hari biasa yang ditambah sedikit dengan kembang api dan konser didi kempot. hujan juga biasa, namanya ja iklim tropis. sedangkan legeh rasane nek eling karo makalah. makalah ispo yang di jatuhkan seorang guru biologi kepada ku. huh.., tak apa lah, seperti lirik lagunya wali, '' timur ke barat, selatan ke utara,..." eh, salah ding...," hidup indah bila mencari berkah...". nha, seperti itu lah aku menyingkapinya. dibuat jadi berkah aja... apa maksude...???

ya.., agak tidak nyambung dengan awalan postingan yang tadi, mari kita membahas peningkatan jumlah laba-laba di si keboen. sepertinya hal itu terjadi karena luapan saluran irigasi di depan kediaman ku. irigasi depan rumah memang jadi habitatnya laba-laba, tapi bukan berarti hidup di air. emang di sana banyak nyamuk. setauku ada sekitar 4 tipe nyamuk dari depan rumah, ada yang ijo sukanya nempel sama eek di daun apa sama makan cairan daun aku kaga tau; coklat, suka gigit manusia di malem hari; hitam bintik-bintik putih, suka si tempat gelap dan agak aktif di siang hari, sukanya kumpul-kumpu; yang terakhir misterius, langka muncul kakinya panjang-panjang. yang paling banyak ditangkep laba-laba yang nyamuk ijo.
tapi, kemaren waktu nyamuk ijo populasinya naik secara signifikan laba-labanya biasa aja tuh, kaga nambah-nambah banget. kenapa sekarang populasi laba-laba kaki berambut-jarang (kaga tau nama aslinya, cuma sebutan ku saja) yang nggak punya jaring meningkat? apakah itu migrasi dari kebun tetangga sebelah? tapi kalau liat jumlah laba-laba pelompat warna biru item dan merah item ijo juga meningkat, tapi mereka juga penghuni tetap dan banyak juga aku lihat yang kecil-kecil. laba-laba tanah juga gitu... jadi apa yang terjadi apakah ada suatu serangga  yang meningkat jumlahnya?

untuk nyamuk jumlah mereka sekarang lebih konstan. karena irigasi depan rumah jadi lebih mengalir secara lancar dan jentik-jentik nyamuk banyak yang kebawa arus. jadi musim hujan di sini tidak memberi pengaruh banyak terhadap perkembangan populasi nyamuk. mungkin, air irigasi yang meluap dan migrasi laba-laba menjadi lebih banyak terihat di si keboen. tapi, apa alasan mereka migrasi dari kebun tetangga? mungkin itu masih jadi misteri, dan mugkin akan ditemukan jawabannya.

Sabtu, 29 Desember 2012

Sindoro expedition, amazing journey… 16-17 des 2012














Wah.., kemaren itu tuh. Maen ke gunung, alias ndaki alias hiking. Asik badai cetar membahana hulala… hehehe. Udah ini hiking ke2 ku.pertama ke gunung kembang, tapi ragu, dah sampai puncak belum yah? Kaga jelas soalnya.. terus ini deh yang ke 2. Tapi dulu pernah juga coba gunung sumbing, tapi kaga sampai puncak… itu termasuk hiking bukan ya???
Kemarin, berangkatnya pagi-pagi. Belum profesional soalnya, jadi kaga jelas jadinya kalo naiknya malem, dah bukan jadi manusia lagi mungkin… hiiii. Naik jam 9.30, hujan jam 9.45 baru sampai ladang… argghh. Jalan jadi becek berlumpur, berbatu terjal, dan mengerikan…!! Ya kaga begitu juga sih…, aku aja yang berlebihan.

Perjalanan ini terasa membahagiakan karena temen” ku yang ikut, ada revo,ryan,bisma,atun,wawan,auk,timoer,heru,kenya,rama,faris,balya, dan amril, wehehe. Maer wisan lah… jalan terjal, licin, berbatu, dan menanjak kami lewati bersama. Hujan deras, guntur yang menggeledeg.., tidak menyurutkan tekad kami.

Meski dengan tekad yang menggelora, dan semangat 45, eeh, tetep deh ada yang tekor. Setelah melewati alas gung liwang-liwung, kami sampai di pos 3 dan menginap di sana, rencana mau 3 hari di sana, tapi liat perbekalan…, gila deh kalo mau nginep 3 hari, dah mati dimakan sama lalat penghisap darah.. eh, beneran ada lho serangga kaya gitu di gunung ini. Sial, di uber-uber lagi…

Dari 14 orang, Cuma 8 orang yang sampai puncak termasuk aku, yang lainnya kasian, tekor mereka, jaga tenda deh jadinya. Wow, puncak gunung setinggi 3135 mdpl ini sungguh mempesona. Kawah aktif, pemandangan… semuanya menakjubkan. Pendaki gunung yang pernah ke sini pasti tau deh keindahannya. Sunrise dari pos 3 juga bagus.., bagus banget. Sunrise terbagus yang pernah ku liat(biasanya kaga keliatan, ketutup rumah tetangga). Di sini juga masih ada edelweis. Tapi kayaknya belum pada ngembang.

Sayang, masih banyak sampah di sini, terutama pos 3. Kesadaran pendaki masih kurang, termasuk kami. Jadi jangan di tiru!

Ya.., seperti itulah gambaran perjalanan kami di gunung sindoro. Sungguh, amazing journey…