Selasa, 12 Februari 2013

Menyemai biji dianthus sinensis



 
Kemarin nih, beli biji dianthus atau anyelir n biji tanaman lain online. Alhamdulillah, paketnya sampai dengan mulus.. hehehe
Ini cara ku dalam menyemai biji dianthus sinensis, simak baik-baik…
1. . Sediakan pot atau tray, dan media semai berupa sekam bakar dan pupuk organik(kompos atau pupuk kandang)
2.       Campur kompos dan sekam bakar yang sudah disterilkan (dikukus, disangrai, disiram air mendidih, atau dengan cara lain, pokoknya biar medianya terbebas dari patogen) ke dalam pot/tray
3.       Sebar biji di atas media dan tutup lagi dengan media hingga biji tertanam ½ cm di bawah permukaan media tanam
4.       Siram dengan air bersih secukupnya hingga lembab
5.       Siram lagi kalau media terlihat kering
6.       Jaga kelembapan media
7.       Tunggu deh sampai tumbuh
8.       Ketika seedling sudah berdaun  4-6 helai, pindah ke pot atau polibag (soliter/disendiri-sendiriin)dengan hati-hati
9.       Rawat sampai bagus dan berbunga…
Cukup mudah kan? Hehe, ini bedasarkan pengalaman lho… silahkan komentarnya…

Selasa, 01 Januari 2013

taun baru...

entah kenapa, makna taun baru ini terasa seperti hari-hari biasa. krena menurutku ini memang hari biasa yang ditambah sedikit dengan kembang api dan konser didi kempot. hujan juga biasa, namanya ja iklim tropis. sedangkan legeh rasane nek eling karo makalah. makalah ispo yang di jatuhkan seorang guru biologi kepada ku. huh.., tak apa lah, seperti lirik lagunya wali, '' timur ke barat, selatan ke utara,..." eh, salah ding...," hidup indah bila mencari berkah...". nha, seperti itu lah aku menyingkapinya. dibuat jadi berkah aja... apa maksude...???

ya.., agak tidak nyambung dengan awalan postingan yang tadi, mari kita membahas peningkatan jumlah laba-laba di si keboen. sepertinya hal itu terjadi karena luapan saluran irigasi di depan kediaman ku. irigasi depan rumah memang jadi habitatnya laba-laba, tapi bukan berarti hidup di air. emang di sana banyak nyamuk. setauku ada sekitar 4 tipe nyamuk dari depan rumah, ada yang ijo sukanya nempel sama eek di daun apa sama makan cairan daun aku kaga tau; coklat, suka gigit manusia di malem hari; hitam bintik-bintik putih, suka si tempat gelap dan agak aktif di siang hari, sukanya kumpul-kumpu; yang terakhir misterius, langka muncul kakinya panjang-panjang. yang paling banyak ditangkep laba-laba yang nyamuk ijo.
tapi, kemaren waktu nyamuk ijo populasinya naik secara signifikan laba-labanya biasa aja tuh, kaga nambah-nambah banget. kenapa sekarang populasi laba-laba kaki berambut-jarang (kaga tau nama aslinya, cuma sebutan ku saja) yang nggak punya jaring meningkat? apakah itu migrasi dari kebun tetangga sebelah? tapi kalau liat jumlah laba-laba pelompat warna biru item dan merah item ijo juga meningkat, tapi mereka juga penghuni tetap dan banyak juga aku lihat yang kecil-kecil. laba-laba tanah juga gitu... jadi apa yang terjadi apakah ada suatu serangga  yang meningkat jumlahnya?

untuk nyamuk jumlah mereka sekarang lebih konstan. karena irigasi depan rumah jadi lebih mengalir secara lancar dan jentik-jentik nyamuk banyak yang kebawa arus. jadi musim hujan di sini tidak memberi pengaruh banyak terhadap perkembangan populasi nyamuk. mungkin, air irigasi yang meluap dan migrasi laba-laba menjadi lebih banyak terihat di si keboen. tapi, apa alasan mereka migrasi dari kebun tetangga? mungkin itu masih jadi misteri, dan mugkin akan ditemukan jawabannya.

Sabtu, 29 Desember 2012

Sindoro expedition, amazing journey… 16-17 des 2012














Wah.., kemaren itu tuh. Maen ke gunung, alias ndaki alias hiking. Asik badai cetar membahana hulala… hehehe. Udah ini hiking ke2 ku.pertama ke gunung kembang, tapi ragu, dah sampai puncak belum yah? Kaga jelas soalnya.. terus ini deh yang ke 2. Tapi dulu pernah juga coba gunung sumbing, tapi kaga sampai puncak… itu termasuk hiking bukan ya???
Kemarin, berangkatnya pagi-pagi. Belum profesional soalnya, jadi kaga jelas jadinya kalo naiknya malem, dah bukan jadi manusia lagi mungkin… hiiii. Naik jam 9.30, hujan jam 9.45 baru sampai ladang… argghh. Jalan jadi becek berlumpur, berbatu terjal, dan mengerikan…!! Ya kaga begitu juga sih…, aku aja yang berlebihan.

Perjalanan ini terasa membahagiakan karena temen” ku yang ikut, ada revo,ryan,bisma,atun,wawan,auk,timoer,heru,kenya,rama,faris,balya, dan amril, wehehe. Maer wisan lah… jalan terjal, licin, berbatu, dan menanjak kami lewati bersama. Hujan deras, guntur yang menggeledeg.., tidak menyurutkan tekad kami.

Meski dengan tekad yang menggelora, dan semangat 45, eeh, tetep deh ada yang tekor. Setelah melewati alas gung liwang-liwung, kami sampai di pos 3 dan menginap di sana, rencana mau 3 hari di sana, tapi liat perbekalan…, gila deh kalo mau nginep 3 hari, dah mati dimakan sama lalat penghisap darah.. eh, beneran ada lho serangga kaya gitu di gunung ini. Sial, di uber-uber lagi…

Dari 14 orang, Cuma 8 orang yang sampai puncak termasuk aku, yang lainnya kasian, tekor mereka, jaga tenda deh jadinya. Wow, puncak gunung setinggi 3135 mdpl ini sungguh mempesona. Kawah aktif, pemandangan… semuanya menakjubkan. Pendaki gunung yang pernah ke sini pasti tau deh keindahannya. Sunrise dari pos 3 juga bagus.., bagus banget. Sunrise terbagus yang pernah ku liat(biasanya kaga keliatan, ketutup rumah tetangga). Di sini juga masih ada edelweis. Tapi kayaknya belum pada ngembang.

Sayang, masih banyak sampah di sini, terutama pos 3. Kesadaran pendaki masih kurang, termasuk kami. Jadi jangan di tiru!

Ya.., seperti itulah gambaran perjalanan kami di gunung sindoro. Sungguh, amazing journey…