Kamis, 16 Juni 2016

Angin

Wahai angin
Tahukah dikau
Bahwa teduh memancarkan
cahaya redup yang menyusup
di gelas kaca di waktu ashar
Mengalahkan wangi
Aroma cahaya dan bunga melati
Yang pernah berkembang
Liar di tanah hati
Sewaktu musim hujan itu
Kuingat wangi dan intensitas
Dari cahaya terang menerobos
kaca jendela di waktu dhuha
Menyisakan sesak membakar
Yang kelak akan kusyukuri
Bunga yang mati
Di tanah rindu yang menyubur
Tahukah dikau
Wahai angin
Bahwa mati menuntunnya
ke keabadian?
Ia tumbuh dalam sepi
Ia tumbang dalam sepi

Minggu, 01 Mei 2016

Kemah Bhakti : Ada Apa dengan Sambon


Jika Anda mendengar pekikan "pilothok" (Pillowtalk, Zayn Malik) diikuti dengan aransemen acapella aneh dan tidak jelas dari salah satu lagu Coldplay di siang hari sekitar kebun dan persawahan Sumberdalem, Kretek, Wonosobo, 30 April 2016 lalu, maka Anda jelas telah mendengar yel-yel sangga kami, Sangga Sam Ratulangi dalam acara Kemah Bhakti Satria Smansa. Keanehan dan kekurangjelasan yang kami bawa telah menghantarkan predikat Sangga Putra Tergiat. Dalam hal ini, kredibilitas dewan ambalan dan panitia nampaknya patut untuk dipertanyakan.  :-)

***

Truk berbak logam yang jelas sudah berpengalaman mengangkut berbagai jenis barang dan makhluk itu mengantarkan kami ke bumi perkemahan (lapangan) di Sambon, Sumberdalem, Kretek. Upacara pembukaan menandakan acara kemah dua hari semalam ini dimulai. Masa depan tampak abstrak saat itu. Aku antusias.

Sebenarnya aku bukanlah aktivis ataupun 'anak pramuka', aku belum (atau tidak) hafal Dasadharma, pramuka masih berupa cahaya redup di pikiran. Perkemahan pramuka bukanlah hal baru untukku. Yang terpenting dari kegiatan semacam ini adalah pengalaman dan makna yang dapat diambil. Maka dari itu, pramuka mendapatkan ruang tersendiri dalam diriku.

Acara setelah upacara adalah bakti sosial. Kami diwajibkan mengantarkan paket bahan makanan untuk disumbangkan kepada seseorang yang namanya telah tercantum pada paket di sekitar lokasi kemah. Berikutnya istirahat dan dilanjutkan pentas seni antar kelas pada sore harinya.

Anggota tidak tahu, dewan tidak tahu, pembina tidak tahu, bahwa angin sepoi yang membelai waktu kami pentas sore itu membawa dinding-dinding awan jenuh yang menguji kesiapan kami. Air, keluhan, hingga sumpah serapah membanjiri lapangan. Cuaca seakan bersengkongkol, terik matahari membakar dalam scout touring keesokan harinya menemani kami melaksanakan tugas dan meneriakkan yel-yel macam mantra aneh.

***

Setelah pentas seni, hujan menggiring sore, membolak-balik rencana, mempercepat waktu istirahat kami. Istirahatku malam itu diawali dengan beberapa seruput kopi susu, membayangkan kafein yang tidak mempan dan seperti apa kegiatan scout touring esok hari. Suara gurauan teman-teman yang mewarnai malam seakan aku acuhkan. Aku tidak tahu dan terlelap begitu saja.

Dini hari. Api itu membakar kayu dan ranting, mengalir indah melantunkan cahaya, kehangatan, dan asap putih yang menari lembut itu lalu bersenyawa dengan merdunya paduan suara. Sejenak aku bercumbu dengan mereka. Aku berpikir, tidak akan ada cahaya, kehangatan, dan asap putih yang menari lembut itu tanpa lumatnya kayu dan ranting oleh api. Bulan seakan-akan malu melihat tingkah kami, berkali-kali ia timbul tenggelam di antara awan. Ini sama sekali bukan penderitaan, ini kejadian tidak sesuai dugaan dengan keajaiban kecil, dengan tiga poros asmara yang misterius. Api menghamburkannya.

***

Ah oah oah
Kami Sam Ratulangi
So high, so high
....

Yang aku tahu, kami hanya bersemangat saat yel-yel itu. Mantra-mantra magis itu menyaru dengan dengung serangga yang tidak sabar menyambut pergantian musim , membangkitkan api semangat, tidak tanggung-tanggung sampai kami tidak melakukan merayap di lumpur di pos terakhir karena kami terlalu cepat dan pos belum jadi, kami menyebutnya "jalan suci". Rapalan mantra acapella itu benar-benar ajaib. Ia meluruhkan terik, menyatukan semangat, membuat dahi beberapa dewan mengrenyit. Mungkin ini juga yang membuat kami mendapat piagam bertahtakan bingkai kayu dan kaca yang dipredikatkan setelah upacara penutup itu, entahlah.

***

Kegiatan Kemah Bhakti berakhir, ditutup bacaan hamdalah. Aku pulang dengan truk yang sama seperti saat berangkat. Gerimis sempat membasahi bagian atas tubuh ini, segar. Kegiatan ini menjadi pengingat. Seringkali aku tenggelam dalam kecongkaan, penyesalan, dan kekaguman sekaligus. Terseret dalam arus tak tentu di bumi perkemahan ini. Emosiku tidak berdaya, egoku menciut. Lalu Tuhan membuka hijab hikmahnya. Menarik kembali semangatku dari dalam arus itu.

Aku menikmati indahnya berbagi, bersyukur, menyadari bahwa aku masih beruntung dan ada orang yang berjuang dan menggantungkan hidup pada teknologi tradisional tanpa kenal lelah, aku terharu melihat Pak Patenan berterimakasih dan sedikit mengadukan nasibnya saat kami temui di bakti sosial. Aku bersemangat dan rela menggali parit dengan sendok. Berjalan di antara pematang dan terik bukanlah halangan. Aku membiarkan tawaku lepas, berjingkrak, dan menari bersama teman-teman. Aku membiarkan jiwa ini hanyut larut.

Aku menyesal belum dapat memberi lebih untuk teman-temanku, kontribusi untuk gudep SMA ku, dan bakti nyata untuk negeri ini. Nyatanya, kami begitu kecil, sombong, dan biang keladi keluhan-keluhan tidak penting yang terdengar di antara bidang berumput itu sejak pagi kami di sana.

Aku yakin Allah akan membalas setiap cucuran keringat, luka, dan hembusan nafas dari mereka yang peduli dan bekerja keras untuk semua ini.

***

Sandi Ambalan Chandradimuka

Tegak menapak mencakar buana
Berdiri di muka bumi tiada kenal jera
Bagai pilar-pilar baja menyangga angkasa
Gunung menjulang bukan halangan
Jurang menerjang bukan pepalang
Badai topan tak hendak putuskan cita
Walau ombak menerjang pecahkan karang
Maruta menghapus segala yang ada
Asa tak hendak pupus, bagai asap dupa ditelan cakrawala
Hati tetapkan teguh, seteguh cahaya permata

Kehormatan itu suci
Kaya atau melarat adalah keadaan lahir
Janganlah melukai hati sesama
Lebih baik mati dengan hormat, daripada hidup dengan nista
Sabda pandita ratu,
Manusia adalah manusia
Menjunjung tinggi Angsal Kehormatan Chandradimuka:
'Berkarya, berbakti, membina nusa dan bangsa'

*Tribute for Dewan Ambalan Gudep SMA 1 Wonosobo*

Sabtu, 16 April 2016

2 Juni 2015, Terang Bulan Kesunyian Telaga

Aku terbangun akibat keributan kecil di luar tenda, entah mata tidak mau kembali terpejam setelah 2 jam tertidur di tengah kesunyian malam terang bulan. Malam itu begitu syahdu, kata-kata kotor yang beberapa kali terdengar keluar dari mulut kami bagiku tidak mengurangi kesyahduannya. Kabut beberapa kali timbul melingkupi udara dingin di tepi telaga ini. Beruntung aku masih bisa menikmati suasana sepi ini, yang mungkin akan mulai lenyap beberapa bulan atau tahun lagi.

Malam ini aku melupakan sejenak perjuangan kami ke tempat tersembunyi ini. Cahaya bulan menyibak kegelapan, mulai turun ke ufuk barat, memanjangkan bayangan pepohonan di bukit yang membentengi telaga. Paginya, keindahan yang terlihat lebih spektakuler, ajaib! Aku suka kesunyiannya, cahaya lembut itu, pepohonan, refleksi langit dari telaga, awan-awan tipis, dan nyanyian alam. Aku membuka mata, pendengaran, dan pikiran. Mencoba memahami peristiwa ini.

Apa yang kami lakukan di sini, apakah mencerminkan tindakan yang baik atau cuma baik untuk kami? Kami hanya pemeras alam yang tidak tahu diri. Mengagung-agungkan kekuatan penaklukan alam yang tolol dengan alasan mencari kepuasan batin dan "jati diri". Demi itu, demi surga sunyi yang tersembunyi ini, apakah setelah kami mencapainya kami mencampakkan semua ini begitu saja? Bahkan tanpa menengok ke belakang, tanpa memperhatikan ketulusan alam ini, untuk kita dan generasi mendatang.

Seperti biasa, ini yang aku temukan jika mengikuti kegiatan buta semacan ini, karakter setiap orangnnya akan terbuka lebar. Aku membacanya, ya, jelas sekali. Tidak perlulah aku tulis di sini secara mendetail. Apa yang aku duga tidak terbukti begitu saja, berbeda sama sekali. Kali ini aku mulai muak dengan kegiatan seperti ini. Jika dilakukan dengan tidak bijak, masa bodoh. Aku besyukur, kali ini pengorbananku membuahkan hasil yang manis sekaligus getir.

Senin, 21 Maret 2016

Kebahagiaan

Bahagia itu sederhana. Banyak hal yang kalau disadari akan membuat hati dan perasaan lebih baik.

Beri saya LED bulb Rp 4.500,-an.

Rabu, 24 Februari 2016

Keboen, Update Februari

Bismillah.

Keboen, Februari.

"Hutan rumah" dalam kontainer yang menempati seluas enam meter persegi dengan kepadatan kurang lebih 20 spesies per meter persegi dan hampir mencapai titik terpadatnya ini mengalami masa tumbuh secara lumayan signifikan. Ditambah dengan menurunnya kemunculan penyakit di penghujan ini.

Meski menurun, penyakit tetap perlu diwaspadai, apalagi sistem semi-organik yang diterapkan tidak membetulkan pemakaian pestisida kimia sintetik di kebun urban ini. Penurunan dosis pengaplikasian sumber nitrogen dan penataan individu yang tepat diharapkan menjadi solusi pencegahan penyakit karena memperlambat pertumbuhan sel tanaman dan memperlancar sirkulasi udara.

Haduh, bahasanya ilmiah banget, ya? Hm, admin sedang mencoba sebuah teknik yang admin kembangkan untuk memperindah Si Keboen, yaitu dengan penambahan tanaman penutup tanah seperti kacang-kacangan di sela-sela pot tanaman utama atau ditanam pada pot yang sama apabila memungkinkan untuk menutupi kesan pot dan polybag. Selain itu tanaman kacang-kacangan kan bersimbiosis dengan bakteri pengikat nitrogen yang berarti tidak akan begitu bersaing nutrisi jika ditanam bersama tanaman lain. Juga penanaman tanaman tahunan yang mudah berbunga dan pengundang para serangga pencari nektar. Hm, mungkin akan admin bahas di postingan lain.

Sekian dulu. Salam lestari.

Si Keboen sebelah utara, bagian tanaman perdu tropis, tanaman rambat, dan epifit. Kembang pacar yang "meliar" dan anggrek tanah putih (spathoglottis sp.), iris, dan pachira yang menyemak. Si Keboen barat, perdu kemuning, ceremai, anggrek arachnis, teratai dalam ember, zamia, dan lainnya.

Minggu, 21 Februari 2016

Teringat akan Kebaikan Kecil

Bismillah.
Pagi ini, admin membaca buku, dan teringat sesuatu. Betapa kebaikan kecil dapat menghadirkan sesuatu yang sangat besar. Jangan pernah meremehkan kebaikan, sekecil apapun.

Admin teringat kepada ibu teman admin. Dahulu ketika lulus SD, beliau menawari ibu admin ( beliau teman ibu admin) bahwa saudaranya menjadi panitia sunatan massal di salahsatu masjid di kota dan berkata kalau masih ada kuota untuk anak ibu admin (yaitu admin). Admin setuju saja ketika ditawari sunat masal gratis itu, banyak teman seperjuangan, dapat Rp 50.000,- dan sarung lagi, hehehe.

Sunat merupakan salah satu rangkaian mozaik hidup yang penting untuk laki-laki. Sunat menandakan reputasi keberanian untuk pandangan anak kecil; menandakan kematangan, selangkah menuju kebalighan; di mana dosa akan ditanggung sendiri (perlu rujukan); dan suatu hijrah menuju kebersihan; 'modal' untuk masa depan. Admin beruntung sekali bisa sunat dengan gratis. Admin ingat, admin juga menjadi motivasi untuk peserta sunat lain, "lihat tuh mas itu (admin) saja berani!" kata seorang bapak kepada anaknya yang menjerit-jerit di tempat operasi. Hehe. Saat itu admin peserta nomor urut 50 dari total 50 peserta. Kata orang, menunggu itu menyiksa, maka admin paham.

Semua hal yang admin alami ini, suatu pengalaman sangat berharga, sekali seumur hidup, akan beda ceritanya jika ibu teman admin tidak menawari admin sunatan massal. Sekarang ibu teman admin itu sudah tiada. Almarhumah meninggal akibat suatu penyakit beberapa bulan lalu. Ketika admin melayat admin sebenarnya lupa jasa beliau, yang admin ingat beliau orang yang baik. Namun mulai saat ini admin akan menempatkan beliau ke jajaran salah satu orang yang paling berpengaruh dalam kehidupan admin. Semoga amal dan kebaikannya membawa almarhumah ke tempat sebaik-baiknya tempat di sisi Allah.
Semoga teman admin selalu mendapat ketabahan dan kekuatan. Aamiin.

Kamis, 21 Januari 2016

Buku: Tuhan yang Kesepian

Tuhan yang Kesepian
Tasirun Sulaiman
204 halaman
2013
Jakarta: Bunyan

"Iman tidak sekali jadi dan titik. Iman membutuhkan penyelamatan setiap saatnya"

19 Januari, hujan berlalu dengan agak berat hati. Menemani admin dalam kebimbangan. Tidak berpikir panjang, akhirnya admin menentukan untuk memiliki sebuah buku, Tuhan yang Kesepian. Ini harta karun.

Cukup dramatis dan mainstream-kah paragraf pembuka di atas? Ada bazaar buku di halaman kantor arsip dan perpustakaan daerah di kota admin, lalu admin menemukan buku yang judulnya menarik ini, dengan harga yang menarik pula tentunya, Rp 10.000,-!. Ternyata admin tidak salah pilih, ini buku yang bagus, harta karun menurut admin.

Buku ini mengritisi umat islam, mempertanyakan iman kita, meminta kita untuk berpikir ulang. Penulis mempertanyakan, mengkritik, dan menyadarkan umat islam tentang menangga ytmasalah yang tengah menderanya. Dari masalah kesan agama Islam di mata "barat" hingga masalah "haji palsu". Masalah yang "terlihat" hingga yang "tidak terlihat".

Buku ini mengajak umat Islam belajar dari pengalaman-pengalaman, meneladani para tokoh, pentingnya agama, dan menggali esensi. Membahas hal-hal menarik mengenai Islam masa kini, budaya, sosial, masyarakat, keadaan hidup beragama, toleransi, politik dan pemerintahan, dan lain-lain. Menjelaskan bagaimana sebaiknya muslim menanggapi keadaan dan masalah yang timbul yang berkaitan dengan Islam. Menyadarkan pentingnya selalu mengingat Tuhan dan keterbukaan.

Membahas peristiwa yang up to date pada masanya namun masih relevan dengan kondisi saat ini. Peristiwa yang diambil seperti kasus korupsi, propaganda atas nama agama, munculnya pemimpin "sederhana", konflik timur tengah, konflik antar "cabang" Islam, dakwah "palsu",  agama dalam politik, dan lain-lain. Selain itu juga peristiwa yang terjadi di masa lampau, dari pencerahan Buddha hingga perang salib. Diharapkan umat muslim dapat mengambil hikmah dari peristiwa-peristiwa ini. Yang unik dari buku ini adalah, kita juga diajak untuk meneladani kisah dalam film hollywood, seperti Bruce the Almighty hingga drama Korea 49 Days.

Beberapa bab yang menarik seperti Rumah Antik, Koper, Kosong, Lazimah, 1.000, Malu,..., waduh, semua babnya dong. Hehe. Baru pertama baca buku seperti ini soalnya. Soal penulis, beliau cukup diandalkan karena menurut bab Tentang Penulis, beliau merupakan lulusan prodi Islamic Philosophy dan pernah banyak menulis buku.

Selain sampul yang cantik, keunggulan yang paling terlihat menurut admin adalah bahasa yang digunakan buku ini cukup ringan dan tidak membosankan, meskipun materinya padat dan cukup berat. Buku ini cocok untuk orang yang ingin belajar soal agama dan pemikir macam admin, untuk admin cara pembahasan buku ini "admin banget", juga bagus untuk referensi. Buku ini membuka paradigma dan memberi inspirasi. Untuk yang tertarik untuk meminjam, boleh pinjam di tempat admin, yang mau beli bisa ke mizan expo di depan kantor arpusda mumpung harganya murah, cuma sampai 31 Januari 2016 lho.

Sumber gambar: google.com

Rabu, 20 Januari 2016

Tujuan

Bismillah

Setelah dipikir-pikir, blog admin ini telah agak melenceng dari tujuan awal! Sebenarnya admin sudah memprediksinya. Hm, bukan jadi prediksi lagi ya? Ternyata, malah tersengaja (?).

Pada awal, admin sebenarnya ingin berfokus pada sharing pengalaman berkebun di lahan terbatas yang spesifik, makanya nama blog ini agak alay, Keboenerz. Pada akhirnya setelah 3 tahunan berdiri, blog ini berisi curhatan dan beberapa artikel aneh yang tidak bermutu. Bisa dilihat perkembangan gaya bahasa dari artikel pioner sampai yang terbaru ini. Maklumlah, blog dari smp.

Admin bersyukur, ada beberapa artikel nampaknya cukup membantu. Admin cuma mencoba untuk membagi pengalaman-pengalaman admin.

Selamat menikmati....

Minggu, 17 Januari 2016

Mimpi

Bismillah

Beberapa hari ini, admin mendapat mimpi absurd yang admin ingat. Entah mimpi itu dari mana, tetapi mungkin cukup menarik untuk diceritakan. Bisa saja menginspirasi.

Mimpi pertama, admin membeli satu set akuarium ukuran sedang lengkap dengan ikannya, kalau tidak salah ada sumatran tiger, neon tetra, dan ikan sapu-sapu. Akuarium itu admin letakkan di kamar, di atas tumpukan buku di atas lemari. Akuarium itu sangat indah, dibuat model aquascape.

Tiba-tiba, akuarium itu jatuh ke sela-sela lemari dengan dinding. Admin berusaha memungut ikan-ikan itu, dan memasukkan kembali pada akuarium. Akuarium itu tiba-tiba ukurannya jadi kecil, aneh. Admin memasukkan 3 neon tetra masih ada 3 atau 6 lagi, namun setelah dimasukkan ikan itu berlompatan keluar dari wadah, admin mencoba hingga 2 atau 3 kali. Lalu admin melihat ikan sapu-sapu kecil di dekat akuarium, namun admin tidak berani mengambilnya karena takut tertusuk durinya. Mimpi pertama berakhir.

Entah, apakah ada makna tersembunyi atau tidak dari mimpi itu. Beberapa hari sebelumnya admin mengobrol soal aquascape, dan ikan neon tetra itu mungkin arwah penasaran ikan-ikan admin yang dulu, bahkan ukurannya sama! Aneh.

Mimpi kedua, cukup singkat. Admin bersama dengan seseorang, entah perempuan atau laki-laki, tapi sepernyinya perempuan. Admin seakan kenal orang ini, namun entah siapa, ia memakai kaos berwarna biru muda pudar. Lalu ada semacam perasaan bingung, orang itu meminta bantuan untuk memisah tanaman semak kecil berkayu berdaun kecil agak rimbun (admin ingat tanaman kemuning admin) dengan tanaman bercabang sedikit dengan daun agak lebar dan agak tebal mengilat seperti pohon rambutan, karet, atau damar. Akar tanaman itu saling bertautan pada tanah yang tercetak berbentuk pot agak besar dan ceper. Lalu kami berhasil memisahnya.

Mimpi itu berseting seperti pada taman plaza di kota admin, dan ada seseorang lain yang samar. Orang itu sepetinya anak kecil dengan baju kaos tipis putih sederhana. Nampaknya perempuan itu seperti yang admin desain untuk tokoh rencana komik baru admin.

Kalau mimpi yang lain, sepertinya tidak admin ceritakan karena ada hal tertentu, hehehe. :)

Jika ada yang bisa menafsirkannya, bisa disampaikan di komentar.

Salam,

Jumat, 15 Januari 2016

Waktu Luang

Bismillah

Hoi, kawan semua. Update mulai tidak lancar, urusan sekolahlah, komiklah, bleh, bleh, bleh. Nah, kali ini admin mau update soal sebagian kehidupan admin.

Seringkali admin memikirkan, bagaimana waktu luang remaja yang membludak digunakan. Seorang teman admin yang ambisius & peminat OSN, belajar hampir saban ada waktu luang di sela-sela pembelajaran. Hari itu tidak ada jadwal biologi, dia baca "sistem pencernaan", tidak ada kimia, dia baca "asam-basa". Beberapa kali admin menegur dan menyindir (tidak berniat menjatuhkan semangatnya) karena rasa gumun (jw., kagum, heran). Namun setelah dipikir-pikir, kalau tidak untuk belajar, waktu luangnya (jam kosong, istirahat  dll) mau diapakan?  Tidak heran ia meraih peringkat 1 di kelas. Lalu, apa yang akan dilakukannya ketika waktu luang jika tidak belajar? Ia orang yang suka bercanda dan jahil, dia akan menjahili temannya dengan selotip, atau main game, jajan, dan akhirnya bisa saja ia tidak mendapat salah satu kesuksesan dini itu.

Sebagai pembanding, salah satu orang yang admin kenal, ia merupakan tipe remaja 'gaul low budget', yang suka nongkrong bareng teman seperjuangannya, nyanyi-nyanyi lagu bertema galau atau ratapan hidup kekinian, pakai kaus oblong kegedean, topi hip-hop, atau kemeja kotak-kotak, gaya rambut mainstream, kalau membolos sekolah ada saja alasannya. Terkadang berbuat aneh, dari ngrokok sampai nyolong ketela pohon. Hadeh, ini anak kecil, inget kamu itu udah sunat, pernah ngaji juga kan?

Meskipun seperti itu, anak ini merupakan anak yang bisa dibilang agak menurut terhadap orang tua, ahli dalam bidang manjat pohon, mancing, mencangkul, kerja bakti, bercanda garing yang merakyat, nari embleg, dan membeli barang di warung. Anak ini tipe pecicilan yang punya waktu dan energi berlebih, suka bersosialisasi dan mengapresiasi seni pertunjukkan lokal. Andaikan saja waktu untuk nongkrong kurang jelas itu digunakan untuk kegiatan yang positif, maka bisa jadi dia akan menjadi orang populer! Namun keadaan berkata lain, banyak faktor akhirnya andai-andai itu sulit terwujud, masalah klasik, ekonomi dan orang tua.

Sedangkan admin yang bertipe bebas tapi mager (males gerak) namun terkadang hiperaktif, agak antisosial dan semikreatif, dan bersaku tipis , istirahat di sekolah berbekal pensil, kertas, penghapus, bikin komik, nglentruk di meja, kethap-kethip alasannya artblock atau cari ide,  jajan kue molen Rp 500,-an, ngobrol, webtoon-an, baca artikel online, fb-an, atau kegiatan lainnya. Rasanya, admin masih kurang produktif & belum memanfaatkan waktu luang dengan baik.

Admin tidak akan meniru teman admin yang belajar kimia (misalnya) saban matanya masih sanggup melek itu, namun bersyukur masih bisa berbuat hal positif paling tidak untuk admin sendiri. Mungkin admin memilih untuk bikin komik dan berinteraksi dengan teman-teman untuk menjaga silaturahmi. Bukannya admin menjelekan  dan mengharamkan kegiatan yang lain, tapi memanfaatkan waktu luang yang penting produkif dengan cara enjoy masing-masing. Seperti sabda nabi yang diriwayatkan Hakim dan Bahaqy:

Gunakanlah kesempatan yang lima, sebelum datangnya yang lima: kesempatan hidupmu sebelum matimu, kesehatanmu sebelum sakitmu, waktu longgarmu sebelum waktu sempitmu, masa mudamu sebelum masa tuamu, masa kayamu sebelum masa faqirmu.
( Balai Litbang LPTQ Nasional Team Tadarus "AMM" Yogyakarta, Seratus Hadits Tarjamah Lafdziyah: 48)

Sudah kau pergunakan dengan baikkah waktu luangmu?
Sekian, salam karya.