Minggu, 12 April 2015

Renung

Di setiap perjalanan, di setiap jejak waktu, selalu kutorehkan lubang dan noda yang lambat laun menggrogoti sukma. Di usia hampir seperenam abad ini entah apa yang bisa kusumbangkan untuk negeri ini. Membangun diri saja sambil terlunta-lunta. Sehingga menuntunku untuk memaki diri sendiri. Entah bagaimana aku bisa lolos dari berbagai cobaan itu. Kebahagiaan datang bak arus pasang yang bergantung gaya tarik bulan. Aku belum memanfaatkan dengan baik hidup ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar