Kamis, 11 September 2014

Tips merawat anggrek di musim kemarau

Kali ini admin mau bagi-bagi tips merawat anggrek di musim kemarau. Ini tips yang admin ambil dari pengalaman sendiri. Mungkin tips ini bersifat regional saja, bagi yg punya kebun di ketinggian 750 mdpl, lumayan lembab dan sirkulasi udara cukup lancar dan sedikit berangin. Cekidot..

1. Beberapa anggrek akan kelihatan malas tumbuh. Ya ini wajar saja karena musim kemarau dan akan normal kembali ketika musim tumbuh tiba.

2. Waspada kekeringan dan kurang air. Gejala anggrek dehidrasi yaitu mengeriput dan daun tua akan menguning dan berguguran. Siram anggrek dengan bijak. Mungkin tambah frekuensinya. Kalo admin nyiram anggrek yang dapat naungan atap di musim hujan seminggu paling 2 kali. Tapi kalo musim kemarau bisa sampai 2 hari sekali untuk anggrek yg sama.

3. Jangan siram anggrek di malam hari. Ada sumber yg mengatakan bahwa tanaman di musim kemarau lebih efektif jika disiram malam hari. Namun, pengalaman admin membuktikan kalau hal ini tidak cocok untuk anggrek, apalagi yg sensitif sama kelembaban berlebih. Air cenderung menggenang dan menempel di daun dan ujung tunas yg bisa memicu kebusukan. Kan aneh kalau anggrek kena busuk gara-gara kelebihan air di musim kemarau. Mungkin jika memang hanya bisa menyiram di malam hari, perlu diperhatikan sirkulasi udara dan daun terutama mahkota daunnya jangan sampai basah. Tergantung ketahanan tubuh anggrek juga sih.

4. Hati-hati dengan hama. Hama terutama kutu daun banyak bermunculan di musim ini. Tingkatkan pengawasan dan jika ditemukan hama segera lakukan pengendalian hama sesuai prosedur. Kalau hama aphid biasanya cuma admin semprot pakai larutan sabun-minyak goreng di pagi hari. Namun akhir-akhir ini banyak terbantu sama kumbang kepik atau ladybug.

Segitu dulu tips dari admin. Jika ada tambahan, koreksi, komplain, bisa di tulis di komentar dan insyaAllah akan diterima dengan lapang dada. Thank you for reading. Salam lestari. ;-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar